Rabu, 26 November 2014

Makalah Evaluasi Pembelajaran "ALAT EVALUASI PEMBELAJARN"

0 comments



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Sebenarnya setiap orang apabila ditanya apakah anda paham yang dimaksud dengan perencanaan? Pasti akan menjawab paham. Namun, ketika ditanya perencanaan itu apa, seperti apa, mengapa harus ada perencanaan, saat itu baru sadar bahwa sebenarnya kita kurang memahami apa yang dimaksud dengan perencanaan. Begitu pula ketika ditanya apa yang dimaksud dengan perencanaan evaluasi pengajaran.
Pada makalah ini penulis akan mendiskusikan tentang perencanaan evaluasi pengajaran. Definisi tentang perencanaan telah banyak didiskusikan oleh beberapa ahli, Perencanaan adalah sejumlah keputusan yang menjadi pedoman untuk mencapai tujuan tertentu. (Malayu Hasibuan). Kemudian Andrew Sikula juga mendefinisikan perencanaan adalah Proses menentukan kebutuhan dan cara memenuhi kebutuhan tersebut. (Andrew Sikula). Thomas H.Stone mendefinisikan perencanaan adalah Proses meramalkan kebutuhan yang akan datang dan langkah-langkah yang digunakan untuk menjamin kebutuhan itu terpenuhi.
Jadi bisa disimpulkan bahwa perencanaan merupakan proses penetapan tujuan, sasaran, dan strategi, serta alat dan bahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Jika kita dapat merencanakan sesuatu kegiatan dengan baik, maka 50% dari tujuan sudah kita capai dari yang ingin dicapai. Pernyataan ini menunjukkan bahwa fungsi perencanaan dalam suatu proses kegiatan (manajemen) sangat besar.
Proses pemilihan yang sistematis dan rasional yang akan digunakan sebagai pedoman dalam menentukan tujuan. Dalam hal ini yang dimaksud dengan pemilihan adalah pemilihan langkah, strategi, metode, media, dsb. Dengan demikian perencanaan evaluasi dapat dikatakan sebagai segala sesuatu yang dipilih secara sistematis dan rasional untuk melakukan proses evaluasi pembelajaran dan pengajaran. Dalam hal perencanaan evaluasi yang dimaksud dengan pemilihan adalah pemilihan bahan (evaluasi), media, strategi, alat dan bahan, ruang atau tempat, dan sebagainya.
Yang dievaluasi dalam proses belajar mengajar sebenarnya bukan hanya siswa, tetapi juga sistem pengajarannya. Karena itu dalam proses belajar mengajar terdiri dari rangkaian test yang dimulai dari test awal untuk mengetahui mutu atau isi pelajaran apa yang sudah diketahui oleh siswa dan apa yang belum, terhadap rencana pelajaran yang akan diajarkan. Test awal untuk mengukur kemampuan siswa berdasarkan kemampuan siswa dalam kelompok kemampuan yang kurang, sedang, dan pandai.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dan fungsi evaluasi pengajaran?
2.      Apa saja yang termasuk alat evaluasi pengajaran?
C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dan fungsi evaluasi pembelajaran.
2.      Untuk mengetahui alat-alat evaluasi pengajaran.

















BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian dan Fungsi Evaluasi Pengajaran
1.      Pengertian Evaluasi
Evaluasi berasal dari kata evaluation yang artinya suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah. Kata-kata yang terkandung di dalam defenisi tersebut pun menunjukkan bahwa kegiatan evaluasi harus dilakukan secara hati-hati, bertanggung jawab, menggunakan strategi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Evaluasi dilaksanakan untuk menyediakan informasi tentang baik atau buruknya proses dan hasil kegiatan.
Suchman memandang,”evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan ”.[1] Defenisi lain dikemukakan oleh Stutflebeam mengatakan bahwa,” evaluasi merupakan proses penggambaran pencarian dan pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambil keputusan dalam menentukan alternative keputusan ”.[2]
Pengertian evaluasi lebih dipertegas lagi oleh Sudjana “ dengan batasan sebagai proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu ”.[3] Lebih lanjut Arifin mengatakan, “ evaluasi adalah suatu proses bukan suatu hasil (produk). Hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi adalah kualitas sesuatu, baik yang menyangkut tentang nilai atau arti, sedangkan kegiatan untuk sampai pada pemberian nilai atau arti itu adalah evaluasi ”.[4]

2.      Pengertian Evaluasi Pengajaran
Evaluasi pengajaran adalah penilaian atau penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan peserta didik ke arah tujuan – tujuan yang telah di tetapkan dalam hukum.
Tujuan Evaluasi Pengajaran adalah untuk mendapatkan data pembuktian yang akan mengukur sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan kurikuler atau pengajaran. Dengan adanya evaluasi pengajaran ini, keberhasilan pengajaran tersebut dapat diketahui.[5]

3.      Fungsi Evaluasi Pengajaran
Secara garis besar dalam proses belajar mengajar, evaluasi memiliki fungsi pokok adalah:
a)    Mengukur kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar – mengajar selama jangka waktu tertentu.
b)   Untuk mengukur sampai dimana keberhasilan sistem pengajaran yang digunakan.
c)    Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan PBM.
d)   Bahan pertimbangan bagi individual peserta didik.
e)    Membuat diagnosa mengenal kelemahan – kelemahan dan kemampuan perserta didik.
f)     Bahan pertimbangan bagi perubahan atau perbaikan kurikulum.

B.  Alat Evaluasi Pembelajaran
Pada dasarnya alat evaluasi dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu tes dan non tes. Tes hasil belajar adalah tes yang digunakan untuk menilai hasil pelajaran yang telah diberikan guru kepada perserta didiknya, dalam jangka waktu tertentu.
Standart Test adalah tes yang  telah mengalami proses standarisasi, yakni proses validitas dan reliabilitas, sehingga tes tersebut benar – benar valid dan evaliabel untuk suatu tujuan dan bagi kelompok tertentu. Dan biasa dibuat oleh para ahli psikologi/ intansi pemerintah – tes CPNS. Sedangkan tes buatan guru sendiri adalah suatu tes yang disusun oleh guru sendiri untuk mengevaluasi keberhasilan proses belajar – mengajar.[6]
Bentuk tes yang sering dipakai dalam PBM pada hakikatnya dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok :
1.      Tes lisan.
2.      Tes tertulis. Tes tertulis secara umum dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a)      Tes essay.
Tes essay adalah tes yang berbentuk pertanyaan tertulis, yang jawabannya merupakan kerangka (essay) atau kalimat yang panjang-panjang. Panjang pendeknya bts essay adalah relatif, sesuai kemampuan sin penjawab tes.
b)      Tes objektif.
Tes objektif adalah tes yang dibuat sedemikian rupa sehingga hasil tes tersbeut dapat dinilai secara objektif, dinilai oelh siapapun akan menghasilkan nilai yang sama. Tes objektif jawabannya ringkas dan pendek-pendek.
3.      Tes perbuatan / tindakan

Bentuk-bentuk tes objektif adalah:
1.      Completion type tes.
2.      Completion test (tes melengkapi).
3.      Fill-in (mengisi titik-titik dalam kalimat yang dikosongkan).
4.      Selection type test.
5.      True-false (benar salah).
6.      Multiple choice (pilihan berganda).
7.      Matching (menjodohkan)

Adapun cara menyusun soal-soal essay, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun soal-soal tes essay adalah:
1.        Pertanyaan mengukur secara jelas hasil belajr yang ahrus dikuasai peserta didik.
2.        Menggunakan bahan-bahan atau himpunan bahan-bahan dalam menyusun soal essay tersebut.
3.        Diawali dengan kata-kata jelaskan, uraikan, sebutkan, bedakan, dan sebagainya.
4.        Rumuskan soal secara jelas, sehingga tidak menimbulkan arti ganda bagi peserta didik.
5.        Sesuaikan panjang pendeknya dan kompleksitas jawaban dengan tingkat kematangan peserta didik.
6.        Tuliskan seperangkat petunjuk umum bagi tes tersebut.

Cara menilai soal-soal essay seorang guru hendaknya berpedoman pada aturan-aturan:
1.        Jawaban terhadap tes essay hendaknya dinilai sesuai dengan hasil belajar yang diukur.
2.        Buatlah kunci jawaban sebagai penuntun dalam menskor.
3.        Penskoran hendaknya dilakukan dengan metode perbandingan dengan penggunaan kriteria yang sudah ditentukan sebagai penuntun.
4.        Evaluasilah semua jawaban peserta didik soal demi soal, bukan peserta didik demi peserta didik.
5.        Nilailah jawaban atas suatu pertanyaan essay tanpa mengetahui identitas peserta didik yang menjawabnya

Cara menyusun soal tes objektif:
1.         Untuk completion atau fill-in:
a)      Bahasa hendaknya jelas, kalimat mudah dipahami.
b)      Yang harus diisi hendaknya beberapa hal.
c)      Jawaban merupakan kalimat singkat.
d)      Jumlah soal dibatasi
2.         Untuk true-false (benar salah):
a)      Hindarkan soal yang dapat dinilai benar dan salah secara meragukan.
b)      Soal tidak boleh mengandung kata-kata yang terlalu menunjukkan jawabannya.
c)      Hindarkn pernyataan yang negatif, yang mengandung kata tidak atau bukan.
d)      Hindarkan kalimat yang terlalu panjang.
3.         Untuk mutiple choice:
a)      Statemen harus jelas merumuskan suatu masalah.
b)      Bak statemen maupun option tidak merupakan suatu kalimat yang terlalu panjang.
c)      Option hendaknya homogeny.
d)      Masukkan sebagian besar kata-kata dalam bagian pokok pertanyaan.
e)      Nyatakan pokok pertanyaan sedapat mungkin dalam bentuk yang positif.
4.         Untuk matching:
a)      Jumlah soal tidak terlalu banyak, tingkat kesukarannya disesuaikan tingkat kematangan peserta didik.
b)      Sangat baik untuk mengevaluasi hal-hal yang faktural.
c)      Keseluruhan soal sebaiknya homogeny.
d)      Jumlah respon harus sedikitnya satu lebih banyak dari jumlah premisnya.

Cara menskor tes objektif:
1.      Bentuk isian (fill-in) dan melengkapi (completion). Skor maksimum setiap bentuk fill-in sama dengan jumlah isian yang ada pada tes tersebut.
= skor akhir
= jumlah isian yang dijawab betul
2.      Bentuk true-false (benar salah). Untuk setiap item tes bentuk benar salah skor maksimum adalah 1. Rumus untuk menskor tes benar salah adalah
= skor akhir
=jumlah item yang dijawab betul
=jumlah item yang dijawab salah
3.      Bentuk pilihan ganda (multiple choice). Rumus untuk menskornya adalah =skor akhir
=jumlah item yang dijawab betul
=jumlah item yang dijawab salah
=jumlah option (pilihan)
=bilangan tetap
4.      Bentuk matching (menjodohkan). Rumus untuk menskor adalah
=skor akhir
=jumlah item yang dijawab benar















BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.     Kesimpulan
Evaluasi pengajaran adalah penilaian atau penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan peserta didik ke arah tujuan – tujuan yang telah di tetapkan dalam hukum.
Standart Test adalah tes yang  telah mengalami proses standarisasi, yakni proses validitas dan reliabiitas, sehingga tes tersebut benar – benar valid dan evaliabel untuk suatu tujuan dan bagi kelompok tertentu. Dan biasa dibuat oleh para ahli psikologi/ intansi pemerintah – tes CPNS.
Sistem penilaian CRT ini menggunakan penilaian acuan patokan (PAP) yaitu sistem penilaian yang ukuran keberhasilannya didasarkan kepada tingkat penguasaan (mastery) tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sebelum digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, hendaknya paket pengajaran telah mempunyai status “valid”. Untuk mencapai validitas ini paket pengajaran perlu melalui proses uji coba.
Yang dievaluasi dalam proses belajar mengajar sebenarnya bukan hanya siswa, tetapi juga sistem pengajarannya. Karena itu dalam proses belajar mengajar terdiri dari rangkaian test yang dimulai dari test awal, pada saat pelajaran, dan pada akhir pelajaran.

B.     Kritik dan Saran
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Kami tetap berharap makalah ini tetap memberikan manfaat bagi pembaca. Namun, saran dan kritik yang sifatnya membangun dengan tangan terbuka kami terima demi kesempurnaan dimasa akan datang.







DAFTAR PUSTAKA

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajara. Jakarta. Rieneka Cipta. Harjanto. 1997. Perencanaan Pengajaran. Jakarta. Rieneka Cipta.
Arikunto, Suharsimi dan Jabar. 2010. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Praktis Bagi   Mahasiswa dan Praktisi pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara.
Afirin, Zainal. 2010. Evaluasi Pembelajaran Prinsip,Teknik,Prosedur. Bandung. Remaja Rosdakarya.
http://dien84.wordpress.com/2009/12/31/perencanaan-dan-evaluasi-pengajaran/=


[1] Suharsimi Arikunto dan Jabar, Safruddin Abdul, Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Praktis Bagi   Mahasiswa dan Praktisi pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta, 2010, hal 1
[2] Ibid, hal 2
[3] Dimyati dan Mudjiono Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta, , 2006,  hal 191
[4] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran Prinsip,Teknik,Prosedur, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2010,hal 5-6
[5] Drs. Harjanto, 1997 “Perencanaan Pengajaran”. Penerbit Rieneka Cipta: Jakarta.
[6] http://dien84.wordpress.com/2009/12/31/perencanaan-dan-evaluasi-pengajaran/=