Rabu, 20 November 2013

LDKS SMK Matsna Karim 2013 di Wonosalam Jombang

0 comments







Senin, 24 Juni 2013

Peraturan & Tata Tertib Pondok Pesantren Al-Kariem Bulurejo

0 comments
PASAL 1
DASAR UTAMA
1.1.      Setiap santri wajib mengamalkan ajaran Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.

PASAL 2
ATURAN UMUM
2.1.      Setiap santri wajib mematuhi   segala  peraturan  dan tata  tertib  Pondok
Pesantren selama menjadi santri.
2.2.      Menjaga nama baik Pondok Pesantren.
2.3.      Berakhlaq mulia.

PASAL 3
KEWAJIBAN SETIAP SANTRI
3.1.      Memiliki Kartu Santri Pondok Pesantren.
3.2.      Mengikuti pelajaran dengan rutin/tekun pada waktu yang telah ditentukan/
dijadwalkan.
3.3.      Melaksanakan shalat fardlu berjama’ah di mushalla dan tidak keluar dari mushalla
sebelum selesai pembacaan wirid.
3.4.      Menghafal, mempelajari dan mengamalkan Al-Quran.
3.5.      Mengikuti setiap aktivitas yang telah ditetapkan oleh pondok pesantren, seperti;
ziarah qubur, khatmul quran, istighosah, diba’iyyah, dll.
3.6.      Menjaga  kebersihan,  ketertiban  dan  keamanan serta keindahan pondok pesantren.
3.7.      Menela’ah pelajaran di kamar masing-masing dengan tenang agar tidak mengganggu
santri lain.
3.8.      Tidur malam pada jam 22.00 dan bangun pagi pada jam 04.00.
3.9.      Membawa kartu izin ketika pulang, keluar dan kembali ke pondok pesantren.
3.10.    Memakai pakaian yang rapi saat keluar dari kamar.

PASAL 4
LARANGAN SETIAP SANTRI
4.1.      Melanggar syariat Islam.
4.2.      Disambang/dijemput selain mahramnya.
4.3.      Membawa atau menyimpan video atau gambar yang tidak wajar.
4.4.      Keluar atau pulang dari Pondok Pesantren tanpa izin dari Pimpinan Pondok Pesantren.
4.5.      Memasuki kamar santri lain.
4.6.      Memakai barang milik santri lain tanpa izin dari pemiliknya (ghosob).
4.7       Berhubungan dengan selain mahram baik bertatap muka, melalui telepon dan surat.
4.8.      Duduk di warung makanan atau minuman.
4.9.      Berbicara kotor dan berteriak-teriak.
4.10.    Merusak peralatan/inventaris pondok.

PASAL 5
SANKSI-SANKSI ATAS PELANGGARAN TATA TERTIB
5.1.      Disanksi dengan sanksi yang mendidik dan bermanfaat.
5.2.      Dita’zir atau dikenakan sanksi denda sesuai dengan pelanggarannya.
5.3.      Dipermalukan di depan santri dengan dikelilingkan di sekitar pondok.
5.4.      Dikeluarkan dari pondok pesantren (dicabut haknya sebagai anggota pondok
pesantren).

PASAL 6
ATURAN TAMBAHAN
6.1.      Bagi wali santri/pengunjung wajib berbusana muslim/muslimah.
6.2.      Wali murid tidak diperkenankan memasuki kamar santri.
6.3.      Berkunjung pada jam yang telah ditentukan.
6.4.      Pengiriman uang untuk pembayaran syahriyah (bulanan) harus dikirimkan melalui
rekening pondok ( Bank BRI Cab. Jombang Jatim Unit Cukir a/n: Ahmad Fauqi Alie)
dengan disertakan nama pengirim dan penerima yang jelas.
No. Rek. 3638-01-016697-53-2
6.5.      Jam Berkunjung dan Menelpon Santri.
6.5.1.   Pagi                 : jam 06.00-07.00.
6.5.2.   Sore                 : jam 16.00-17.00.
6.5.3.   Malam             : jam 20.00-21.30.
6.5.4.   Minggu            : jam 07.00-17.00.
No. Telpon. 081-5510-7889 / 0852-3679-1989
6.6.      Jika wali santri akan menginap di pondok, maka harus melapor ke pengurus.

PASAL 7
KETENTUAN-KETENTUAN
7.1.      Hari Aktif dan Libur disesuaikan dengan kalender akademik SMK Matsna Karim.
7.2.      Pembagian Waktu (Aktivitas) Harian.
            7.2.1.   Setoran Hafalan Al-Quran                              : ba’da ashar.
            7.2.2.   Membaca Al-Quran dan Fashohah                 : ba’da maghrib.
            7.2.3.   Ta’lim atau Belajar Malam                              : ba’da isya’.
            7.2.4.   Muthola’ah pelajaran                                      : ba’da shubuh.










Pimpinan

Minggu, 09 Juni 2013

Kepada Sang Saka Merah Putih, Hormat Grak..!!

0 comments

Jumat, 07 Juni 2013

Kyai Agus Ma'arif, B.Sc

0 comments

Kamis, 06 Juni 2013

Seni Menyiasati Jam Kosong Di Kelas

0 comments
Dra Nanik Masriyah, Guru SMPN Kudu
Ditulis ulang oleh Admin dari Majalah Suara Pendidikan

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah lekat dengan problem jam kosong. Problematika tersebut dialami hampir di semua sekolah baik negeri maupun swasta. Antisipasi yang dilakukan rata-rata di sekolah adalah dibentuknya guru piket. Pertanyaannya, mampukah guru piket menggantikan guru mata pelajaran(mapel)? Cukupkah guru piket sekedar memberikan tugas dari guru mapel? Bagaimana kondisi psikologis siswa ketika menemui situasi tersebut?

Jam kosong terjadi karena berbagai alasan. Guru sedang mengikuti tugas di luar, guru sedang sakit atau guru sedang ada kegiatana lain yang dengan terpaksa harus meninggalkan siswanya. Secara umum, ketika terjadi jam kosong dalam hati siswa berkata; "horee...... asyeeeekk!!" Apalagi jika mapel tersebut kurang diminati dan lebih lengkap jika gurunya pun kurang dirindukan siswa karena memiliki cara mengajar yang membosankan.

Memang ada juga siswa yang kecewa jika ada jam kosong, apalagi pelajaran itu favorit mereka. Namun prosentasenya jauh lebih kecil. Menyiasati jam kosong agar menumbuhkan kebermanfaatan dan kemenarikan siswa sering kita abaikan. Kita sebagai pendidik merasa telah gugur kewajiban. Begitu pula, guru piket sudah merasa melaksanakan tugas walau hanya datang dan menuliskan amanah dari guru yang sedang tidak bisa melaksanakan kewajiban.

Efektif dan bermanfaatkah tugas yang diberikan guru pengganti tersebut? Bisa jadi, siswa juga tidak suka dengan guru pengganti karena sdah membuat dan menghilangkan perasaan "asyek". Kebebasan yang seharusnya didapat diganti dengan kewajiban mengerjakan tugas. Boleh jadi siswa akan mengerjakan tugas dengan asal-asalan karena yang terpenting cepat selesai dan segera dapat bermain-main dan bercengkerama dengan teman lainnya. Bahkan tidak jarang beberapa siswa mencuri-curi waktu pergi ke kantin atau warung sekolah.

Guru adalah salah satu pilar penjaga nilai. Guru menjadi salah satu penentu masa depan bangsa. Kiranya guru dituntut untuk selalu memunculkan ide-ide dan inovasi baru bukan hanya saat melaksanakan KBM tetapi juga pada saat mengisi jam kosong.

Beberapa ide alternatif berikut ini bisa diterapkan untuk mengisi jam kosong. Antara lain sebagai berikut:

1. Cerita Motivasi
Bercerita bukan monopoli guru bahasa saja, guru mata pelajaran lain pun bisa bercerita. Kemampuan dasar seorang guru pada dasarnya adalah mampu berbicara di depan anak didik. Tentu saja cerita yang dimaksud adalah cerita-cerita yang inspiratif.

2. Curah Gagasan
Berita di televisi atau koran tentunya tidak luput dari perhatian siswa. Berita yang menjadi headline di televisi biasanya menjadi topik utama di koran. Apalagi jika berita menjadi perhatian publik. Umumnya para siswa juga mengetahaui isi berita tersebut. Namun sayang, sering kali guru mengabaikan hal tersebut sebagai medium curah gagasan.

3. Membaca di Perpustakaan
Perpustakaan sekolah merupakan sarana yang harus dimanfaatkan bukan hanya oleh siswa yang pintar atau gemar membaca saja. Perpustakaan juga bukan milik guru mata pelajaran Bahasa Indonesia saja. Guru piket   walau bukan guru Bahasa Indonesia tetap berhak dan bisa memanfaatkan perpustakaan untuk mengisi jam kosong.

4. Diskusi Kelas
Seoarang guru bisa bertanya dan menjaring aspirasi dari siswa. Hal tersebut bisa kita manfaatkan dan bermanfaat bagi siswa dan sekolah. Guru dan siswa bisa membuat kesepakatan untuk menemukan topik-topik yang ada di sekolah dan berdiskusi mencari solusi bersama.

5. Perjalanan Wisata Sekolah
Perjalanan wisata tentunya sangat menarik jiga dilakukan di luar sekolah. Bagaimana jika perjalanan wisata tersebut dilakukan di sekolah? Jawabannya pasti tidak menarik dan tidak biasa. Bahkan akan terasa membosankan! Patut dicoba, perjalanan wisata mulai mengajak siswa melihat dan memperhatikan tukang kebun yang sedang memotong rumput dan menyapu halaman demi terciptanya lingkungan yang nyaman dan bersih di sekolah.

6. Pendekatan Qolbu/Hati
Hati ialah sesuatu yang ada di tubuh manusia yang dianggap sebagai tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan pengertian. Hati adalah bagian inti dari diri seseorang. Hati yang baik berpotensi membuat otak menjadi cerdas. Mengisi jam kosong dengan pendekatan hati mempunyai nilai tambah bagi siswa.

Paparan ide-ide alternatif tersebut tentunya situasional. Bapak dan Ibu guru piket bisa menyesuaikan jenjang kelas, situasi dan kondisi di sekolah masing-masing. Ide-ide alternatif tersebut telah diterapkan di sekolah tempat Sumber mengajar. Dan hasilnya, siswa sangat antusias dan merasa enjoy menikmati jam kosong dengan cara kreatif. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa membutuhkan situasi lain dari sekedar mengerjakan tugas yang membosankan.

Guru memegang peranan terpenting bagi kemajuan sebuah sekola. Karena guru tidak hidup hanya untuk dirinya, tetapi cerminan dan teladan bagi ribuan anak didik yang setiap hari bersamanya. Untuk itu, sebagus apapun fasilitas sekolah dan sehebat apapun konsep kurikulum, di tangan guru yang malas hasilnya tentu tidak optimal.

Selamat mencoba..!

SMK_MK

0 comments

Rabu, 05 Juni 2013

Susunan Pemerintahan Desa Bulurejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang

0 comments

Adapun susunan organisasi pemerintahan yang tercatat dari data yang berada di kantor Desa Bulurejo  Kecamatan  Diwek  Kabupaten  Jombang, adalah :
Kepala Desa                                                       : Ainur Rofiq, S.Ag
Sekretaris Desa                                                   : Taufiqurrahman
Bendahara atau bagian urusan keuangan              : Qusdu
Staf Pemerintahan                                                : Aman Santoso
Staf Pembangunan                                               : Masykuri Amar
Staf Kesejahteraan Masyarakat                            : Sudiono
Staf Umum                                                           : Suhudi
Kepala Dusun Bulurejo                                         : Mahrus Fauzi
Kepala Dusun Kedaton                                         : Agus Muhaimin
Kepala Dusun Bedok                                            : Suwito Hadi
Kepala Dusun Tanjung Anom                                : Mulyo Aji

Pendidikan Di Desa Bulurejo

0 comments

Pendidikan merupakan salah satu sarana yang penting untuk menuntut ilmu, mengembangkan  kreativitas, serta memunculkan generasi masa depan yang lebih maju dan pandai. Hal tersebut tidak  terlepas dari peran pendidikan sebagai central utama dan penting dalam generasi penerus masyarakat desa Bulurejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.
Oleh karena itu masyarakat desa Bulurejo menyekolahkan putra-putrinya ke lembaga-lembaga  pendidikan, misalnya ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), Sekolah Menengah Atas (SMA)  yang berada di sekitar desa Bulurejo maupun di kota Jombang sendiri dan Pondok Pesantren yang berada di desa Bulurejo.
Jumlah Sarana Pendidikan Formal:
Taman Kanak-kanak                                  : 4
Sekolah Dasar                                           : 3
Madrasah Ibtidaiyyah                                 : 2
Madrasah Tsanawiyyah                              : 2
Madrasah Aliyah                                        : 2
Sekolah Menengah Kejuruan                      : 1
Perguruan Tinggi (S-1)                                : 1
Pondok Pesantren                                      : 2

Jumlah Sarana Pendidikan Non Formal:
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)          : 7/80%
Bimbingan Belajar (BIMBEL)                     : 4/20% 

Kondisi Agama Islam Di Desa Bulurejo

0 comments

Aktivitas  keagamaan  masyarakat  desa  Bulurejo  Kecamatan  Diwek Kabupaten  Jombang  adalah  baik.  Mayoritas  masyarakat  Desa  Bulurejo memeluk  agama  Islam,  hal  ini  terbukti  dengan  banyaknya  sarana  ibadah seperti  masjid  dan  mushola,  dalam  praktek  ibadahnya  shalat,  mayoritas penduduk  desa  Bulurejo  menjalankannya,  hal  tersebut  dapat  dibuktikan dengan banyaknya orang yang ikut jama’ah di masjid dan mushola.
Hal ini bisa dilihat dari uraian berikut:
Dusun Bulurejo                  : 2 Masjid dan 10 Mushola
Dusun Kedaton                  : 1 Masjid dan 6 Musholla
Dusun Bedok                     : 1 Masjid dan 4 Musholla
Dusun Tanjung Anom         : 1 Masjid dan 6 Musholla
Jadi jumlah keseluruhan Masjid dan Mushola yang berada di desa Bulurejo adalah 31.
Adapun beberapa kelompok jama’ah tahlil bapak-bapak dan ibu-ibu, jam’iyah dibaiyyah,  jama’ah  istighosah,  fatayat  dan  muslimatan  oleh  IPNU-IPPNU dan  kegiatan  masing-masing  yang  ada  di  dusun.  Adanya lembaga-lembaga keagamaan dan kelompok  pengajian tersebut bertujuan untuk  menghidupkan syiar agama Islam dengan caraAmar Ma’ruf Nahi Munkar” dan meningkatkan ukhuwah islamiyah.

Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Coban Rondo Malang

0 comments

Upacara Bendera

0 comments

Berdoa Bersama Kyai Agus dan Kyai Mashud

0 comments

Upacara Bendera di SMK-MK (Matsna Karim)

0 comments

Paduan Suara di Acara Wisuda 2013

0 comments

Wisudawan-Wisudawati 2013

0 comments

Prosesi Wisuda 2013

0 comments

Wisudawan-Wisudawati 2013

0 comments

Klub Volly Putra

0 comments

Perguruan Pencak Silat Nurul Huda Perkasya (NHP)

0 comments

Musholla Al-Kariem

0 comments

Klub Volly Putri

0 comments

Sholat Berjama'ah

0 comments

Sholat Berjama'ah

0 comments

Sholat Berjama'ah

0 comments

Para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa SMK-MK

0 comments

Selasa, 04 Juni 2013

Kondisi Sosial Masyarakat Desa Bulurejo

0 comments

Kondisi sosial masyarakat di desa Bulurejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang terbagi menjadi dua sektor sosial, sebagai berikut:
a.    Sektor Ekonomi Masyarakat Desa Bulurejo
Masyarakat desa Bulurejo sebagian besar mempunyai mata pencaharian sebagai    petani.  Walau demikian, dari sekian banyak orang yang berprofesi sebagai  petani, sebagian masyarakat  berprofesi sebagai pengusaha sentra barang bekas, pembuat batu bata, pegawai swasta, pegawai pemerintahan, buruh pabrik, hingga bidan. Hal ini dapat dilihat secara jelas dan gamblang dari prosentasi berikut:
Petani                                            : 50%
Pengusaha batu bata                     : 10%
Sentra barang bekas                      : 20%
Pegawai Swasta                            : 10%
Pegawai Pemerintahan                  : 5%
Buruh (pabrik,toko,sawah)            : 5%

b.    Sektor Sosial Masyarakat Desa Bulurejo
Dalam masalah sosial, masyarakat desa Bulurejo saling gotong-royong antar masyarakat, yang  mereka terapkan dalam membantu seseorang dalam berbagai keadaan, misalnya kematian,  perkawinan, membangun masjid, membangun rumah, kerja bakti dan lain sebagainya yang berhubungan dengan sosial masyarakat.

Letak Geografis Dan Demografis

0 comments
a.    Letak Geografis
Desa Bulurejo merupakan desa yang terdapat di Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, dan memiliki 50 RT dan 8 RW.
Daftar Jumlah RW dan RT:
RW I terdiri dari XI RT Dusun Bulurejo
RW II terdiri dari XI RT Dusun Bulurejo
RW III terdiri dari VI RT Dusun Kedaton
RW IV terdiri dari VI RT Dusun Kedaton
RW V terdiri dari III Dusun Bedok
RW VI terdiri dari III Dusun Bedok
RW VII terdiri dari V Dusun Tanjung Anom
RW VIII terdiri dari V Dusun Tanjung Anom
Daerah Desa Bulurejo terletak kurang lebih 5 km dari Kecamatan Diwek.  Desa  Bulurejo  ini  memiliki  daerah  Desa  dengan  luas  wilayah 391.017 hektar.