Minggu, 06 Juli 2008

ROSE

Dalam gersangnya sahara yang kian menyengat engkau hadir sebagai oase kehidupanku, disaat malam menjelang kau tampakkan diri dalam wujud DEWI MALAM.
Dan kini aku sadar, setiap celah relung sukmaku terdapat desiran nafas kehidupan yang s'lalu kau hembuskan demi menyelimuti jiwaku yang t'lah lama membeku.
Kini…
Kau tak hadir dalam pandangan kedua bola mataku, namun kau kan datang dalam setiap bayang yang melintang baik siang maupun petang dan itu yang membuatku semakin perih menahan rindu. Aku berharap kita kan s'lalu bertemu walau hanya dalam impian yang akan mengantar pada kenyataan dalam kehidupan mendatang.
Yang kutakutkan..,jikalau Allah berkehendak lain, dirimu yang selama ini meneteskan madu kehidupan untuk diriku kau alihkan pada kumbang yang lain dan itu akan membunuhku, mawar!. Aku takkan pernah berfikir akan putusnya sutra yang t'lah kita ikat bersama dalam eratnya ikrar bahasa CINTA.
Walau kita tak bisa melawan takdir, tapi itulah harapan dari seorang hamba.

0 comments: